Contoh Skripsi Bab 4

Posted by News innovation | Posted in | Posted on 06.43

BAB IV

ANALISIS DATA


 

A.     Deskripsi Responden

        Data tentang motivasi pimpinan yang diberikan pada pegawai agar semangat kerjanya meningkat. Dari motivasi pimpinan yang terdiri dari penghargaan, partisipasi, komunikasi, pengembangan dan lingkungan kerja. Data-data untuk penelitian ini penulis peroleh dari responden yang berjumlah 36 orang di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri yang diambil secara random. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi pimpinan dengan semangat kerja pegawai dapat diketahui dengan cara sebagai berikut :

    1.     Penghargaan

        Pengukuran besarnya pengaruh penghargaan terhadap semangat kerja pegawai dalam bekerja dapat dilihat dari jawaban yang terkumpul. Jawaban dari masing-masing responden selanjutnya diklasifikasikan atau didistribusikan ke dalam kategori atau tingkatan tertentu dengan mendasarkan pada jumlah pengukurannya.

        Lebih lanjut lagi pengukuran responden tentang variabel penghargaan dapat dijelaskan sebagai berikut : berdasarkan pada data yang terkumpul dapat diketahui bahwa nilai tertinggi penghargaan adalah sebesar 15, dan nilai terendah adalah sebesar 9.

        Range     = nilai tertinggi – nilai terendah yaitu:

                = 15 – 9 = 6

Untuk mengetahui jawaban terhadap 36 responden tentang pengaruh penghargaan terhadap semangat pegawai dalam bekerja dikategorikan menjadi tiga bagian atau kelas, yaitu:

        -     Selalu

        -     Kadang-kadang

        -     Tidak pernah

Berdasarkan pada tiga kategori tiga tingkatan seperti ketentuan di atas, maka besarnya kelas dapat dihitung sebagai berikut :

        Interval     = = 2

Penggolongan data ke dalam tiga tingkatan dengan interval kelas sebesar 2 tersebut, menghasilkan distribusi frekuensi seperti pada tabel di bawah ini.

TABEL IV.1

DISTRIBUSI FREKUENSI PENGHARGAAN

DALAM 3 KATEGORI

Kelas 

Penghargaan 

Jumlah Responden 

Persentase (%) 

9 – 11

12 – 14

15 – 17 

Selalu

Kadang-kadang

Tidak pernah 

25

1

10 

69,44

2,78

27,78 

Jumlah 

 

36 

100 

        Sumber : Data primer yang diolah.

Berdasarkan pada Tabel IV.1 di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 25 responden atau 69,44 % berpendapat bahwa penghargaan akan meningkatkan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.

    2.     Partisipasi

        Dengan cara perhitungan yang sama seperti menghitung penghargaan, di mana nilai tertinggi partisipasi sebesar 15 dan nilai terendah sebesar 8, menghasilkan distribusi frekuensi seperti pada tabel IV.2 di bawah ini.

TABEL IV.2

DISTRIBUSI FREKUENSI PARTISIPASI

DALAM 3 KATEGORI

Kelas 

Partisipasi 

Jumlah Responden 

Persentase (%)

8 – 10

11 – 13

14 – 16 

Selalu

Kadang-kadang

Tidak pernah 

22

3

11 

61,11

8,33

30,56 

Jumlah 

 

36 

100 

        Sumber : Data primer yang diolah.

        Dari tabel di atas dapat diketahui ada sebanyak 22 responden atau 61,11 % berpendapat bahwa partisipasi pimpinan akan meningkatkan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

    3.     Komunikasi

        Dengan menggunakan cara perhitungan yang sama seperti menghitung penghargaan, di mana nilai tertinggi komunikasi adalah 15 dan nilai terendah 5, sehingga menghasilkan distribusi frekuensi pada tabel IV.3.

TABEL IV.3

DISTRIBUSI FREKUENSI KOMUNIKASI

DALAM 3 KATEGORI

Kelas 

Komunikasi 

Jumlah Responden 

Persentase (%) 

5 – 8

9 – 12

13 - 16 

Selalu

Kadang-kadang

Tidak pernah 

3

21

12 

8,33

58,33

33,33 

Jumlah 

 

36 

100 

        Sumber : Data primer yang diolah.

        Dari tabel IV.3 dapat diketahui bawah ada sebanyak 21 responden atau 58,33 % menunjukkan bahwa komunikasi antara pimpinan dengan bawahan yang berjalan dengan baik kadang-kadang akan meningkatkan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

    4.     Pengembangan diri

        Dengan menggunakan cara perhitungan yang sama seperti menghitung penghargaan, di mana nilai tertinggi pengembangan adalah 15 dan nilai terendah 5, sehingga dapat menghasilkan distribusi frekuensi seperti pada tabel IV.4 di bawah ini.


 


 

TABEL IV.4

DISTRIBUSI FREKUENSI PENGEMBANGAN DIRI

DALAM 3 KATEGORI

Kelas 

Penghargaan 

Jumlah Responden 

Persentase (%) 

5 – 8

9 – 12

13 – 16

Selalu

Kadang-kadang

Tidak pernah 

1

25

10 

2,78

69,44

27,78 

Jumlah 

 

36 

100 

        Sumber : Data primer yang diolah.

        Dari tabel IV.4 dapat diketahui bawah ada sebanyak 25 responden atau 69,44 % menunjukkan bahwa pimpinan yang memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan diri kadang-kadang akan meningkatkan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

    5.     Lingkungan kerja

        Dengan menggunakan cara perhitungan yang sama seperti menghitung penghargaan, di mana nilai tertinggi lingkungan kerja adalah 15 dan nilai terendah 8, sehingga dapat menghasilkan distribusi frekuensi seperti pada tabel IV.5 di bawah ini.


 

TABEL IV.5

DISTRIBUSI FREKUENSI LINGKUNGAN KERJA

DALAM 3 KATEGORI

Kelas 

Lingkungan Kerja

Jumlah Responden 

Persentase (%) 

8 - 10

11 - 13

14 - 16 

Selalu

Kadang-kadang

Tidak pernah 

22

4

10 

61,11

11,11

27,78 

Jumlah 

 

36 

100 

        Sumber : Data primer yang diolah.

        Dari tabel IV.4 dapat diketahui bawah ada sebanyak 22 responden atau 61,11 % berpendapat bahwa lingkungan kerja yang kondusif akan meningkatkan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

A.    Uji Validitas

        Uji validitas untuk mengetahui tingkat ketepatan dan kecermatan test dalam menjalankan fungsi pengukurannya. Hasil pengukuran validitas dapat dilihat pada lampiran yang pengujiannya dikelompokan menjadi 5 variabel yaitu Penghargaan, Partisipasi, Komunikasi, Pengembangan diri, Lingkungan Kerja, masing-masing terdiri dari 5 butir pertanyaan, jadi secara keseluruhan ada 25 butir pertanyaan.

    Hasil uji validitas sebagai berikut :

    1.     Penghargaan

Variabel penghargaan terdiri dari 5 item pertanyaan, hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS sebagai berikut :

Correlations
  

Penghargaan 

 

Cor  

1.000 

.970 

.921 

.752 

.896 

.944 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor. 

.970 

1.000 

.908 

.668 

.849 

.929 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor  

.921 

.908 

1.000 

.882 

.935 

.971 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor. 

.752 

.668 

.882 

1.000 

.825 

.779 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor  

.896 

.849 

.935 

.825 

1.000 

.908 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36

36 

36 

Cor. 

.944 

.929 

.971 

.779 

.908 

1.000 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

** Correlation is significant at the .01 level (2-tailed).


 

    Dari seluruh pertanyaan tentang penghargaan sebanyak 5 item, koefisien korelasi masing-masing item adalah :

1. 0,970 

2. 0,921 

3. 0,752 

4. 0,.896 

5. 0,944 


 

signifikan pada tingkat a = 1%. Dengan demikian seluruh pertanyaan variabel penghargaan dapat dipakai dalam penelitian ini.


 

    2.     Partisipasi

Variabel partisipasi terdiri dari 5 item pertanyaan, hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS sebagai berikut :

Correlations
  

Partisipasi 

 

Cor.. 

1.000 

.961 

.921 

.921 

.901 

.892 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor.. 

.961 

1.000 

.815 

.913 

.790 

.790 

 

Sig. (2)

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor.. 

.921 

.815 

1.000 

.844 

.977 

.863 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor.. 

.921 

.913 

.844 

1.000 

.863 

.863 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36

Cor.. 

.901 

.790 

.977 

.863 

1.000 

.880 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor.. 

.892 

.790 

.863 

.863 

.880 

1.000 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

** Correlation is significant at the .01 level (2-tailed).


 

    Dari seluruh pertanyaan tentang partisipasi sebanyak 5 item, koefisien korelasi masing-masing itemnya adalah :

1. 0,960 

2. 0,921 

3. 0,921 

4. 0,.901 

5. 0,892 


 

signifikan pada tingkat a = 1%. Dengan demikian seluruh pertanyaan variabel partisipasi dapat dipakai dalam penelitian ini.

    3.     Komunikasi

Variabel komunikasi terdiri dari 5 butir pertanyaan, hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS sebagai berikut :

Correlations
  

Komunikasi 

 

 

Cor Coef 

1.000 

.909 

.888 

.897 

.916 

.848 

 

Sig. (2-) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

 

Cor Coef 

.909

1.000 

.849 

.872 

.732 

.680 

 

 

Sig. (2-) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

 

Cor Coef 

.888

.849 

1.000 

.771 

.875 

.737 

 

 

Sig. (2-) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

 

Cor Coef 

.897 

.872 

.771 

1.000 

.758 

.721 

 

 

Sig. (2-) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

 

Cor Coef 

.916 

.732 

.875 

.758 

1.000 

.932 

 

 

Sig. (2-) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

 

Cor Coef 

.848 

.680 

.737

.721 

.932 

1.000 

 

 

Sig. (2-) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

 

** Correlation is significant at the .01 level (2-tailed).


 

    Dari seluruh pertanyaan tentang komunikasi sebanyak 5 item, koefisien korelasi masing-masing itemnya adalah :

1. 0,909 

2. 0,888 

3. 0,897 

4. 0,.916 

5. 0,848 


 

signifikan pada t    ingkat a = 1%. Dengan demikian seluruh pertanyaan variabel komunikasi dapat dipakai dalam penelitian ini.


 

    4.     Pengembangan diri

Variabel pengembangan diri terdiri dari 5 item pertanyaan, hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS sebagai berikut :


 

Correlations
  

Pengembangan Diri 

 

Cor  

1.000 

.910 

.850 

.823 

.850 

.743 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor  

.910 

1.000 

.716 

.655 

.716 

.543 

 

Sig. (2)

.000 

.000 

.000 

.000 

.001 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor  

.850 

.716 

1.000 

.939 

1.000 

.823 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor  

.823 

.655 

.939 

1.000 

.939 

.885 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor.

.850 

.716 

1.000 

.939 

1.000 

.823 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

Cor. 

.743 

.543 

.823 

.885 

.823 

1.000 

 

Sig. (2) 

.000 

.001 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

36 

36 

36 

36 

** Correlation is significant at the .01 level (2-tailed).


 

    Dari seluruh pertanyaan tentang pengembangan diri sebanyak 5 item, koefisien korelasi masing-masing itemnya adalah :

1. 0,910 

2. 0,850 

3. 0,823 

4. 0,.850 

5. 0,743 


 

signifikan pada t    ingkat a = 1%. Dengan demikian seluruh pertanyaan variabel pengembangan diri dapat dipakai dalam penelitian ini.


 

  1. Lingkungan Kerja

Variabel lingkungan kerja diri terdiri dari 5 item pertanyaan, hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS sebagai berikut :


 

Correlations
  

Lingkungan Kerja 

 

Corr Coef 

1.000 

.865 

.939

.788 

.717 

.788 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

35 

36 

36 

36 

Corr Coef 

.865 

1.000 

.693 

.642 

.713 

.642 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

35 

36 

36 

36 

Corr Coef 

.939 

.693 

1.000 

.759 

.653 

.759 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000

.000 

 

35 

35 

35 

35 

35 

35 

Corr Coef 

.788 

.642 

.759 

1.000 

.870 

1.000 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

35 

36 

36 

36 

Corr Coef 

.717 

.713 

.653 

.870 

1.000 

.870 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

35 

36 

36 

36 

Corr Coef 

.788 

.642

.759 

1.000 

.870 

1.000 

 

Sig. (2) 

.000 

.000 

.000 

.000 

 

36 

36 

35 

36 

36 

36 

** Correlation is significant at the .01 level (2-tailed).


 

    Dari seluruh pertanyaan tentang lingkungan kerja sebanyak 5 item, koefisien korelasi masing-masing itemnya adalah :

1. 0,865 

2. 0,939 

3. 0,788 

4. 0,.717 

5. 0,788 


 

signifikan pada tingkat a = 1%. Dengan demikian seluruh pertanyaan variabel lingkungan kerja diri dapat dipakai dalam penelitian ini.


 

B.     Uji Reliabilitas

        Uji reliabilitas merupakan indikasi sejauh mana pengukuran itu memberikan hasil yang relatif tidak berbeda apabila dilakukan pengukuran ulang terhadap subyek yang sama. Untuk pengukuran reliabilitas ini dengan menggunakan rumus Teknik Belah Dua (Spearman – Brown). Adapun hasil dari perhitungan (lihat lampiran ) secara ringkas dapat disajikan sebagai berikut :


 

  1. Penghargaan

Koefisien alpha untuk menentukan reliability variabel penghargaan dihitung melalui program SPSS sebagai berikut :


 

Reliability

Method 1 (space saver) will be used for this analysis

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients

N of Cases = 36.0 N of Items = 5

Alpha = .9576


 


 

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai Spearman – Brown atau alpha sebesar 0,9576, signifikan pada tingkat kesalahan 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang diberikan pada responden adalah reliabel.


 

    b.     Partisipasi

Koefisien alpha untuk menentukan reliability variabel penghargaan dihitung melalui program SPSS sebagai berikut :


 

Reliability

Method 1 (space saver) will be used for this analysis

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients

N of Cases = 36.0 N of Items = 5

Alpha = .9587


 

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai Spearman – Brown atau alpha sebesar 0,9587 dengan tingkat signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang diberikan pada responden adalah reliabel.

    

    c.     Komunikasi

Koefisien alpha untuk menentukan reliability variabel penghargaan dihitung melalui program SPSS sebagai berikut :


 

Reliability

Method 1 (space saver) will be used for this analysis

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients

N of Cases = 36.0 N of Items = 5

Alpha = .9425


 

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai Spearman – Brown atau alpha sebesar 0,9425, dengan tingkat signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang diberikan pada responden adalah reliabel.


 

    d.     Pengembangan diri

Koefisien alpha untuk menentukan reliability variabel penghargaan dihitung melalui program SPSS sebagai berikut :


 

Reliability

Method 1 (space saver) will be used for this analysis

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients

N of Cases = 36.0 N of Items = 5

Alpha = .9394


 

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai Spearman – Brown atau alpha sebesar 0,9394, signifikan pada tingkat kesalahan 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang diberikan pada responden adalah reliabel.


 

    e.     Lingkungan Kerja

Koefisien alpha untuk menentukan reliability variabel penghargaan dihitung melalui program SPSS sebagai berikut :


 


 

Reliability

Method 1 (space saver) will be used for this analysis

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients

N of Cases = 36.0 N of Items = 5

Alpha = .9447


 

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai Spearman – Brown atau alpha sebesar 0,9447 dengan tingkat signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang diberikan pada responden adalah reliabel.


 

B.     Analisis Chi Square

        Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara motivasi pimpinan (penghargaan, partisipasi, komunikasi, pengembangan diri dan lingkungan kerja) dengan semangat kerja pegawai (kegairahan kerja/kepuasan, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama). Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian, hubungan antara motivasi pimpinan dengan masing-masing faktor terhadap semangat kerja pegawai dapat dihitung dengan menggunakan program SPSS 9.0 sebagai berikut.

  1. Penghargaan

Hipotesis :

a)     Ho :     Pemberian penghargaan tidak mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.

    

    H1 :     Pemberian penghargaan mempengaruhi peningkatan gairah kerja kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai di lingkungan kerja.


 

        b)     Kriteria Pengujian

            Ho diterima apabila     : Chi-Square hitung < Chi-Square tabel

            Ho ditolak apabila         : Chi-Square hitung > Chi-Square tabel

        

        c) Pengambilan Keputusan

            Chi-Square hitung adalah 30,000 (Lampiran Output SPSS)

            Chi-Square tabel dengan a = 5%, dan df = 3 adalah 7,814

Karena Chi-Square hitung > dari Chi-Square tabel (30,000 > 7,814), maka Ho ditolak H1.diterima


 

        d) Kesimpulannya

Bahwa pemberian penghargaan mempengaruhi peningkatan gairah kerja kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

    2. Partisipasi

Hipotesis :

  1. Ho : Partisipasi pimpinan dalam pelaksanaan tugas bawahan tidak mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.

    

    H1    :    Partisipasi pimpinan dalam pelaksanaanmempengaruhi peningkatan gairah kerja kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja


 

        b)     Kriteria Pengujian

            Ho diterima apabila     : Chi-Square hitung < Chi-Square tabel

            Ho ditolak apabila         : Chi-Square hitung > Chi-Square tabel

        

        c) Pengambilan Keputusan

            Chi-Square hitung adalah 52,667 (Lampiran Output SPSS)

            Chi-Square tabel dengan a = 5%, dan df = 6 adalah 12,592

Karena Chi-Square hitung > dari Chi-Square tabel (52,667 > 12,592), maka Ho ditolak H1.diterima


 

        d) Kesimpulannya

Bahwa partisipasi pimpinan dalam pelaksanaan tugas mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

  1. Komunikasi

Hipotesis :

a) Ho     :     Komunikasi pimpinan dengan bawahan dalam pelaksanaan tugas bawahan tidak mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.

    
 

H1     : Komunikasi pimpinan dengan bawahan dalam pelaksanaan tugas bawahan mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai di lingkungan kerja.


 


 

        b)     Kriteria Pengujian

            Ho diterima apabila     : Chi-Square hitung < Chi-Square tabel

            Ho ditolak apabila         : Chi-Square hitung > Chi-Square tabel


 

        c) Pengambilan Keputusan

            Chi-Square hitung adalah 47,111 (lampiran Output SPSS)

            Chi-Square tabel dengan a = 5%, dan df = 7 adalah 14,067

Karena Chi-Square hitung > dari Chi-Square tabel (47,111 > 14,067), maka Ho ditolak H1.diterima


 

        d) Kesimpulannya

Bahwa komunikasi pimpinan dalam pelaksanaan tugas bawahan mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

  1. Pengembangan Diri

    Hipotesis :

    a) Ho    :     Pemberian kesempatan untuk mengembangkan diri tidak mempenga    ruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai di lingkungan kerja.

        
     

    H1     :    Pemberian kesempatan untuk mengembangkan diri mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai di lingkungan kerja.

        

        b) Kriteria Pengujian

            Ho diterima apabila     : Chi-Square hitung < Chi-Square tabel

            Ho ditolak apabila         : Chi-Square hitung > Chi-Square tabel


 

        c) Pengambilan Keputusan

            Chi-Square hitung adalah 29,000 (lampiran Output SPSS)

            Chi-Square tabel dengan a = 5%, dan df = 5 adalah 11,070

Karena Chi-Square hitung > dari Chi-Square tabel (29,000 > 11,070), maka Ho ditolak H1.diterima


 

        d) Kesimpulannya

Bahwa pemberian kesempatan unruk mengembangkan diri mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.


 

  1. Lingkungan Kerja

    Hipotesis :

    a) Ho :     Lingkungan kerja yang kondusif tidak mempengaruhi peningkatan

            kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.

        
     

    H1 : Lingkungan kerja yang kondusif mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai dilingkungan kerja.

        

        b) Kriteria Pengujian

            Ho diterima apabila     : Chi-Square hitung < Chi-Square tabel

            Ho ditolak apabila         : Chi-Square hitung > Chi-Square tabel


 

        c) Pengambilan Keputusan

            Chi-Square hitung adalah 39,000 (lampiran Output SPSS)

            Chi-Square tabel dengan a = 5%, dan df = 5 adalah 11,070

Karena Chi-Square hitung > dari Chi-Square tabel (39,000 > 11,070), maka Ho ditolak H1.diterima

        

        d) Kesimpulannya

Bahwa lingkungan kerja yang kondusif mempengaruhi peningkatan gairah kerja, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja dan kerja sama antar pegawai di lingkungan kerja.

    

Comments (0)

Poskan Komentar